KIPRAH DAN PELUANG PARA ALUMNI STIKes DHARMA HUSADA BERKARYA/BEKERJA DI JEPANG

Lebih dari 20 alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Husada yang sudah berkarya/bekerja di Jepang. Jumlah ini merupakan hasil kerjasama antara International Office STIKes Dharma Dengan berbagai Mitra Perusahaan Penerima di Negara Jepang. Ketua STIKes Dharma Husada ( Dr. Dra. Suryani, Dipl. Mid ) menjelaskan dan berkomitmen menyiapkan SDM unggul untuk memenuhi kebutuhan, terutama para dunia usaha khususnya di bidang kesehatan. Salah satu caranya dengan mengandeng perusahaan nasional dan internasional. “Sehingga dapat menjadi wadah pembelajaran sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional di bidang kesehatan,” kata Dr. Dra. Suryani, Dipl. Mid., MM dalam sambutannya dalam acara pelepasan alumni yang akan berangkat ke Jepang, menurut Ibu Ketua STIKes DHB, semua kegiatan itu terwadahi dalam program inovasi STIKes Dharma Husada yakni Center of Excellence (CoE) dan Office Internasioanl yang di motori oleh salah satu dosen di Program Studi Sarjana Keperawatan & Profesi Ners ( Biben Fikriana, S.Kep, Ners., M.Kep ), Dengan begitu, para alumni akan lebih mudah untuk terserap di dunia kerja ataupun membuka usaha mandiri sendiri, termasuk juga untuk berkarir di Luar Negeri.
STIKes Dharma Husada juga juga berupaya optimistis bisa mendapatkan rekognisi dari UNESCO berkat berbagai terobosan dan kontribusi di berbagai bidang, khususnya bidang kesehatan. Hal ini terutama yang berkaitan dengan sustainable development goals. Langkah tersebut tentu membuat jaringan kita lebih luas dan mudah untuk menyiapkan lapangan yang lebih besar lagi untuk alumni.
Sementara itu Kepala Kantor Urusan Internasional (International Office) STIKes Dharma Husada Bandung (SDHB), Biben Fikriana, S.Kep, Ners., M.Kep menyampaikan bahwa Potensi Mahasiswa/i dan alumni di bidang kesehatan ini sangat berpotensi untuk bisa bekerja, berkarir bahkan meneruskan Pendidikan Lanjut di Luar Negeri termasuk di Negara Jepang dan Jerman. Kebutuhan SDM di kedua negara tersebut sangat banyak, bahkan International Office SDHB mendapatkan permintaan hingga 1.000 orang per tahun untuk ditempatkan di berbagai Perusahaan pelayanan kesehatan di Negara Jepang. “Permintaan SDM itu sangat tinggi dari negara Jepang, namun memang tidak mudah untuk bisa bekerja di Jepang, kandidat harus lulus ujian Bahasa jepang minimal sertifikat JFT Basic / N4.
STIKes Dharma Husada Bandung, melalui International Office nya bekerja sama dengan beberapa Lembaga telah menyelenggarakan Pelatihan Pembekalan dan persiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (Kandidat) yang akan bekerja di Jepang dari sejak tahun 2018 dan telah mengirimkan banyak Alumninya bekerja di berbagai wilayah di Negara Jepang.
Untuk memudahkan penyaluran Alumni ke Lembaga Penerima Kerja di Jepang, STIKes Dharma Husada Bandung juga telah membuat Kerjasama dengan beberapa Perusahaan Penerima Kerja di Negara Jepang, diantaranya Shirakaba Co., Ltd , Fruition Co., Ltd, Perusahaan Medis Ikkoukai, dan Perusahaan-perusahaan jepang Lainnya.International Office STIKes Dharma Husada Bandung, membuka Program Pelatihan dan Penyaluran Tenaga Kerja Kesehatan & non Kesehatan untuk ditempatkan di Negara Jepang. Ini terbuka untuk Mahasiswa mahasiswi serta Alumni STIKes Dharma Husada Bandung, selain itu juga bisa menerima peserta dari Umum (dengan ketentuan khusus).
Pelatihan Bahasa itu (sampai lulus JFT Basic/N4) biasanya antara 6 sampai 10 Bulan tergantung dari kecepatan dan kemampuan Pesertanya. Setelah Lulus / memiliki Sertifikat Bahasa maka perserta akan mengikuti proses Wawancara, pengurusan dokumen hingga proses keberangkatan ke Jepang. Kuncinya adalah Sungguh-sungguh berdisiplin dan rajin dalam mengikuti setiap proses pelatihannya.Lebih lanjut, Biben menyampaikan sederet tips yang bisa diperhatikan oleh mahasiswa/I atau alumni nantinya. Pertama, yakni selalu memiliki mimpi yang berorientasi pada tujuan yang tinggi, serta memiliki keahlian lebih dibanding lulusan lainnya, berusaha dengan sungguh-sungguh karena “pintar saja tidak cukup”.

Kemudian juga dengan mengalahkan ketakutan akan tantangan dan kegagalan (Mental Block). Hal ini karena seringkali keduanya membuat manusia tidak bisa maju dan berada pada posisi yang stagnan/Gagal.

“Jangan lupa untuk bekerja keras dan cerdas dilengkapi dengan kesabaran yang tinggi serta Do’a. Kalian harus menghargai waktu dan orang di sekitar. Jika mampu menjalankan semua tips itu, saya yakin kalian akan berhasil,”.

Pria asal Sumedang tersebut juga sempat menceritakan pengalamannya saat mahasiswa. Dulu, ia memiliki mimpi untuk menjadi “Extra Ordinary Nurse”, menjadi Perawat yang bukan perawat biasa, melainkan menjadi perawat yang memiliki keahlian lebih dari perawat lainnya, Cita-cita itu ia jaga dan usahakan hingga akhirnya bisa mencapainya saat ini.

Untuk informasi dan Pendaftaran program Pelatihan dan Kerja Ke Jepang, bisa langsung menghubungi Kepala International Office STIKes Dharma Husada Bandung melalui email : international.stikesdhb@gmail.com atau IG @bibenf

 
Lebih dari 20 alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Husada yang sudah berkarya/bekerja di Jepang. Jumlah ini merupakan hasil kerjasama antara International Office STIKes Dharma Dengan berbagai Mitra Perusahaan Penerima di Negara Jepang. Ketua STIKes Dharma Husada ( Dr. Dra. Suryani, Dipl. Mid ) menjelaskan dan berkomitmen menyiapkan SDM unggul untuk memenuhi kebutuhan, terutama […]