Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah

Bagi seorang akademisi, dosen ataupun mahasiswa, kemampuan dan keterampilan menulis karya ilmiah adalah sebuah keniscayaan. Kredibilitas seorang dosen dinilai salah satunya dari karya ilmiah yang dihasilkannya, demikian juga mahasiswa agar dapat lulus dengan baik maka menyusun karya ilmiah sebagai tugas akhir merupakan salah satu syarat mutlak.

Kendala seringkali dijumpai saat kita akan membuat sebuah karya ilmiah, biasanya kesulitan awal adalah bagaimana cara memulai menulisnya. Agar mudah membuat karya tulis ilmiah, maka lakukanlah langkah-langkah berikut:

1. Mulailah dengan perasaan senang

Ada beberapa pendapat para penulis tentang menulis, antara lain D.H. Lawrence berkata, “Saya suka menulis waktu saya merasa kesal; itu seperti bersin yang melegakan.”, kemudian Mary TallMountain mengungkapkan, “Di mana pun saya menemukan tempat untuk duduk dan menulis, di situlah rumah saya.”  Berdasarkan pendapat kedua penulis ini, menulis adalah kegiatan yang melibatkan hati. Jika hati kita sudah merasakan senang dengan kata “menulis” maka proses pembuatan karya tulis akan lebih mudah. Bukankah kita akan melakukan sesuatu yang kita sukai dengan senang hati walaupun nampaknya hal itu sulit dilakukan? Jadi langkah pertama adalah carilah hal-hal menyenangkan apa yang akan kita dapatkan dari karya tulis yang kita buat. Contohnya: jika kita akan melakukan penelitian tentang “Minat Ibu Hamil untuk Memberikan ASI Eksklusif” maka tumbuhkan perasaan senang dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang tema tersebut. Rekalah berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan tema tersebut yang membuat kita penasaran dan ingin mencari tahu melalui buku referensi ataupun melakukan observasi langsung.

2. Menulislah dalam ruang privat terlebih dahulu

Dalam sebuah referensi disebutkan bahwa ada dua ruang untuk menulis yaitu ruang privat dan ruang publik. Ruang privat adalah ruang yang sifatnya sangat pribadi dan hanya individu yang menulis itulah yang eksis (ada). Ruang ini bersifat subjektif. Sementara ruang publik adalah ruang di mana individu itu harus mengikuti aturan pihak lain ketika menulis. Ruang publik bersifat objektif. Seringkali kita enggan dan malas memulai menulis karena bingung memulai dari mana dan takut salah dalam penulisan tata bahasanya.

Mulailah menulis apa yang ada di pikiran kita, tuangkan semua ide dan pemikiran, jangan dihalangi dengan aturan pedoman penulisan yang benar, biarkan tangan kita menuliskan apa yang ada di pikiran kita dengan bebas, sebebas-bebasnya tanpa harus memikirkan takut salah, cobalah mulai menulis bebas layaknya menulis buku harian.  Contohnya jika kita akan menulis tentang tema yang telah dituliskan di atas, maka mulailah menulis seperti ini: kayanya minat ibu hamil sekarang untuk menyusui agak berkurang deh, kenapa ya??? Oh mungkin gara-gara promosi susu formula yang gila-gilaan (cari referensinya yah) trus promosi tentang ASI nya sendiri kurang(ada datanya gak?) , waduh gimana nih ? itu kan tugas tenaga kesehatan untuk mempromosikannya(kata buku apa yah?). Oh ya kembali ke minat, kenapa ya aku harus meneliti ini? Kayanya ibu-ibu tidak berminat karena gak tau kehebatan ASI. Padahal manfaat ASI itu kan buat bayi, ibu, keluarga, bahkan negara… menurut siapa ya? Oh aku harus cari bukunya nih…..TRUS kalo ga salah kalo bayinya disusui akan lebih sehat dan menurunkan angka kesakitan dan kematian, berapa ya AKB Indonesia sekarang ??…………….

Tujuan dari menulis di ruang privat adalah kita memetakan alur berpikir kita sendiri, jika sudah terpetakan, maka akan memudahkan kita untuk mencari buku-buku referensi yang tepat dan sesuai untuk menunjang alur berpikir kita.

Jika malas menuliskan semua ide kita, ada cara lain yaitu dengan konsep peta pikiran, mulailah menulis ide utama di tengah kertas kosong, kemudian buatlah cabang-cabang ide tersebut sesuai dengan apa yang terpikir oleh kita, contohnya seperti gambar berikut ini:

 gambar%201 Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah STIKes

3. Perbaiki Tulisan Sesuai Aturan

Langkah berikutnya adalah menulislah di ruang publik, artinya perbaiki tulisan sesuai kaidah penulisan karya ilmiah yang benar, mulai dari tanda baca, tata bahasa hingga cara menuliskan kutipan referensi. Perbaiki pula alur berpikir penulisan tiap-tiap paragraf, terutama pada bagian latar belakang penelitian,  biasanya diuraikan dalam bentuk deduktif yaitu dimulai dari pembahasan hal-hal umum dan diakhiri dengan pembatasan masalah.

 

Bagi seorang akademisi, dosen ataupun mahasiswa, kemampuan dan keterampilan menulis karya ilmiah adalah sebuah keniscayaan. Kredibilitas seorang dosen dinilai salah satunya dari karya ilmiah yang dihasilkannya, demikian juga mahasiswa agar dapat lulus dengan baik maka menyusun karya ilmiah sebagai tugas akhir merupakan salah satu syarat mutlak. Kendala seringkali dijumpai saat kita akan membuat sebuah karya […]